Mesin CNC merupakan mesin yang memerlukan tingkat akurasi yang tinggi, presisi yang tinggi, dan resolusi yang sangat kecil. Di sisi lain, dalam proyek ini diperlukan sebuah mekanisme kontrol posisi yang dapat mengatur posisi secara akurat, presisi, dan resolusi yang sangat kecil. Ingat bahwa jarak yang sangat kecil akan sangat berpengaruh dalam fotografi makro. Oleh karena itu, akan sangat penting kita mempelajari prinsip dasar mesin CNC khususnya pengaturan posisi mesin CNC ini.

Motor yang digunakan memiliki gerakan rotasi. Sedangkan mesin CNC yang diinginkan memiliki gerakan linear. Oleh karena itu, terdapat konversi antara gerakan berputar dari motor (rotation) menjadi gerakan linear pada mesin CNC. Setidaknya terdapat lima mekanisme konversi gerakan rotasi pada motor menjadi gerakan linear pada mesin CNC.

1. Belt

Mekanisme menggunakan belt merupakan solusi paling murah. Namun, belt sendiri lebih sulit mencapai akurasi dan presisi yang tinggi dikarenakan potensi terjadinya backslash dan tegangan/regangan belt.

2. Lead Screw

Lead screw mengubah gaya tekan akibat perputaran pada ulir yang dikonversi menjadi gerakan linear. Ketika mur/nut diputar, maka gerakan linear akan terjadi pada bautnya/bolt.

3. Ball Screw

Mirip dengan lead screw namun pada ball screw terdapat ball diantara nut dan boltnya. Hal ini digunakan untuk mengurangi gaya gesek. Ball screw merupakan solusi kedua termahal setelah multiple screw.

4. Multiple Screw / Roller Screw

Ini merupakan solusi termahal. Di dalam nut terdapat beberapa ulir yang bergerak secara sinkron dan simultan dan diatur oleh sebuah gigi rotary. Biasanya digunakan untuk perlengkapan yang presisi dan dapat mempertahankan posisinya untuk beban-beban berat.

5. Rack and Pinion

Rack and Pinion merupakan kombinasi antara roda gigi pinion dan linear gear. Rack and Pinion tidak terlalu baik untuk digunakan pada aplikasi yang memerlukan tingkat presisi yang tinggi.