Jujur saja, ketika saya memilih-milih sistem mikroprosesor yang akan digunakan, saya bingung sekali. Hal yang paling saya khawatirkan adalah antarmuka dari kamera ke sistem mikroprosesor tersebut. Mungkin akuisisi citra otomatis tidaklah menjadi masalah karena pada dasarnya rangkaian trigger untuk membuat kamera mengambil gambar sangatlah mudah. Rangkaian dasar yang digunakan pada umumnya sebagai berikut.

Pinout wired remote control

Namun, masing-masing produsen kamera memiliki port yang berbeda-beda untuk shutter trigger. Pembahasan port tersebut untuk Canon, Nikon, Pentax, Olympus, Sony, Panasonic/Lumix, Sigma, dan Hasselblad ada pada artikel tersendiri.

Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara mentransfer data dari kamera ke sistem mikroprosesor tersebut? Alternatif pertama adalah memindahkan SD Card dari kamera ke sistem mikroprosesor. Dengan demikian, kita memerlukan semacam Card Reader untuk membaca SD Card pada sistem mikroprosesor kita. Wah, cara ini sangat repot dan membuat integrasi sistem seakan-akan percuma saja.

Alternatif lain adalah menggunakan antarmuka USB. Beberapa sistem mikroprosesor telah mendukung penggunaan USB sebagai Host. Oleh karena itu antarmuka dari sisi sistem mikroprosesornya cukup mudah. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan driver untuk mengakses kamera tersebut? Minimalnya, untuk mengakses kamera, kita membuka koneksi sebagai USB Mass Storage Device. Namun, bagaimana caranya? Terlebih beberapa Operating System mendeteksi kamera sebagai Portable Device, bukan sebagai USB Mass Storage Device,

Dengan pertanyaan besar ini, saya mencoba mencari alternatif-alternatif yang ada. Beberapa produsen kamera menyediakan Software Development Kit (SDK) untuk mengatur dan mentransfer data kamera ke komputer via USB. Bahkan SDK ini dilengkapi dengan remote shutter trigger. Dengan demikian, shutter trigger tidak perlu menjadi interface terpisah, cukup menggunakan USB.

Canon: http://www.usa.canon.com/cusa/consumer/standard_display/sdk_homepage

Nikon: https://sdk.nikonimaging.com/apply/

Namun, SDK yang tersedia kebanyakan didukung oleh sistem operasi Windows. Tidak ada pilihan lain kecuali melakukan re-coding apabila menggunakan sistem operasi lain, contohnya Linux. Dengan demikian, kandidat platform yang paling mungkin adalah sistem operasi berbasis Windows. Hal ini menjadi patokan pemilihan sistem mikroprosesor selanjutnya.